Titel baru – Istri

Subhanallah, begini rasanya menjadi seorang istri. Heh belum kerasa banget sih, wong aku dan kakanda belum satu rumah. Karena alasan domisili dan kewarganegaraan proses untuk tinggal bersama masih harus melalui proses yang panjang. Tapi, tidak apa-apa, kan ini pilihan kita. Kita sudah siap dengan segala risikonya.

Gimana rasanya udah nikah? Hmmm … enak 😀

Banyak hal yang berubah ya. Pastinya, merasa lebih aman dan nyaman, tentram deh. Insya Allah bisa lebih konsentrasi dalam melakukan pekerjaan dan menghasilkan karya baru. Eh apa hubungannya coba?

Oh ada dong hubungannya. Biar gak suka melamun pas lagi kerja! 😀

Walaupun belum satu rumah, yang namanya status sudah berubah, apa-apa harus diputusin bareng-bareng. Gak bisa lagi mutusin sendiri, he tapi ada sisi positifnya, karena biasanya kakanda memberikan pandangan dari sudut yang berbeda (kadang berbeda banget cenderung aneh). Satu kepala terkadang suka banyak buntunya, dua kepala insyaAllah bisa saling membuka jalan dan solusi.

Mudah-mudahan pernikahan ini barakah (amin).

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *