Perempuan Harus Mandiri

Perempuan harus mandiri, punya suami atau tidak, punya tanggungan atau tidak, tetap harus punya penghasilan. Jika perempuan punya penghasilan sendiri, tidak hanya bisa membantu suami atau keluarganya, tapi dia juga bisa memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa bergantung kepada keluarganya apalagi orang lain.

Secara budaya perempuan dianggap sebagai makhluk lemah yang menurut kepatutannya banyak diam di rumah untuk mengurus dan mendidik anak-anak dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Sementara itu dalam agama (islam) tugas utama seorang perempuan adalah melahirkan, menyusui dan mendidik anak-anaknya, serta patuh kepada suaminya. Tidak ada larangan bagi perempuan untuk mencari ilmu dan mencari penghasilan.

Secara psikologi perempuan lebih mengandalkan emosinya. Mereka lebih sensitif dan lebih memperhatikan hal-hal yang detail ketimbang lelaki. Tetapi, ini bukan penghalang bagi perempuan untuk sukses. Karena bisnis itu harus dipikirkan secara mendetail.

Secara biologis fisik perempuan tidak lebih kuat daripada laki-laki. Sehingga pekerjaan koki atau juru masak kebanyakan dilakukan oleh kaum lelaki, karena harus mengangkat dan mengangkut makanan banyak dan berat. Bukan berarti perempuan itu lemah, dia bisa bekerja dan berkarya untuk bidang-bidang lain yang tidak menguras energi fisik. Walaupun tidak sedikit juga perempuan yang menggeluti profesi yang mengandalkan kekuatan fisik, seperti atlet angkat besi.

Secara akademis banyak perempuan yang lebih pintar dari kaum lelaki. Terutama apabila mereka memiliki kesempatan yang sama untuk mencari ilmu. Keduanya diberi kemampuan untuk menghidupi diri sendiri tanpa menyisihkan kodrat.

Perempuan bukanlah makhluk rapuh, karena ia mampu menghidupi dirinya sendiri.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *