Cara Memperbaiki Lipstik Yang Patah

Pernahkah kamu mengalami kejadian seperti yang saya alami beberapa tahun ke belakang? Waktu itu saya baru membeli lipstik. Begitu sampai rumah bawaannya pengen cepet-cepet nyobain aja. Eh! Saking buru-buru, tiba-tiba lipstik itu meluncur dari tangan jatuh ke lantai dan…patah! Uh, pengen jerit deh. Sayang banget kan bentuknya jadi penyok. Saya gak mau lipstik baru itu jadi sia-sia. Mubazir kan salah satu hal yang gak baik. Jadi, saya ambil potongan lipstik saya satukan lagi deh. Caranya seperti ini:

Alat-alat yang diperlukan:

korek api

lipstik yg patah

sarung tangan

pengering rambut

Caranya gampang aja,

  1. Panaskan ujung patahan lipstik pertama dengan hairdryer
  2. Gunakan sarung tangan, lalu satukan dan tekan ujung patahan lipstik pertama dan kedua (pelan-pelan ya)
  3. Ratakan sambungan permukaan yang terpotong dengan batang korek api hingga rapi
  4. Masukkan lipstik ke dalam lemari es selama 30 menit

 

Selesai deh.

Titel baru – Istri

Subhanallah, begini rasanya menjadi seorang istri. Heh belum kerasa banget sih, wong aku dan kakanda belum satu rumah. Karena alasan domisili dan kewarganegaraan proses untuk tinggal bersama masih harus melalui proses yang panjang. Tapi, tidak apa-apa, kan ini pilihan kita. Kita sudah siap dengan segala risikonya.

Gimana rasanya udah nikah? Hmmm … enak 😀

Banyak hal yang berubah ya. Pastinya, merasa lebih aman dan nyaman, tentram deh. Insya Allah bisa lebih konsentrasi dalam melakukan pekerjaan dan menghasilkan karya baru. Eh apa hubungannya coba?

Oh ada dong hubungannya. Biar gak suka melamun pas lagi kerja! 😀

Walaupun belum satu rumah, yang namanya status sudah berubah, apa-apa harus diputusin bareng-bareng. Gak bisa lagi mutusin sendiri, he tapi ada sisi positifnya, karena biasanya kakanda memberikan pandangan dari sudut yang berbeda (kadang berbeda banget cenderung aneh). Satu kepala terkadang suka banyak buntunya, dua kepala insyaAllah bisa saling membuka jalan dan solusi.

Mudah-mudahan pernikahan ini barakah (amin).

Perempuan Harus Mandiri

Perempuan harus mandiri, punya suami atau tidak, punya tanggungan atau tidak, tetap harus punya penghasilan. Jika perempuan punya penghasilan sendiri, tidak hanya bisa membantu suami atau keluarganya, tapi dia juga bisa memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa bergantung kepada keluarganya apalagi orang lain.

Secara budaya perempuan dianggap sebagai makhluk lemah yang menurut kepatutannya banyak diam di rumah untuk mengurus dan mendidik anak-anak dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Sementara itu dalam agama (islam) tugas utama seorang perempuan adalah melahirkan, menyusui dan mendidik anak-anaknya, serta patuh kepada suaminya. Tidak ada larangan bagi perempuan untuk mencari ilmu dan mencari penghasilan.

Secara psikologi perempuan lebih mengandalkan emosinya. Mereka lebih sensitif dan lebih memperhatikan hal-hal yang detail ketimbang lelaki. Tetapi, ini bukan penghalang bagi perempuan untuk sukses. Karena bisnis itu harus dipikirkan secara mendetail.

Secara biologis fisik perempuan tidak lebih kuat daripada laki-laki. Sehingga pekerjaan koki atau juru masak kebanyakan dilakukan oleh kaum lelaki, karena harus mengangkat dan mengangkut makanan banyak dan berat. Bukan berarti perempuan itu lemah, dia bisa bekerja dan berkarya untuk bidang-bidang lain yang tidak menguras energi fisik. Walaupun tidak sedikit juga perempuan yang menggeluti profesi yang mengandalkan kekuatan fisik, seperti atlet angkat besi.

Secara akademis banyak perempuan yang lebih pintar dari kaum lelaki. Terutama apabila mereka memiliki kesempatan yang sama untuk mencari ilmu. Keduanya diberi kemampuan untuk menghidupi diri sendiri tanpa menyisihkan kodrat.

Perempuan bukanlah makhluk rapuh, karena ia mampu menghidupi dirinya sendiri.

Jus Buah Naga Merah

Buah naga/dragon fruit/pitaya ini ternyata banyak di gemari. Buah naga memang tergolong unik, dari bentuknya saja sudah keliatan uniknya apa lagi rasanya. Untuk menemukan buah yang satu ini cukup mudah, apa lagi jika anda masih berada di pulau jawa. Buah ini juga sering di gunakan menjadi bahan dari sop buah yang segar. Langsung saja anda ikuti resep di bawah ini untuk mendapat jus buah naga yang super enak.

 

 

Buah ini buah dari beberapa jenis kaktus dari marga Hylocereus dan Selenicereus. Buah ini berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan namun sekarang juga dibudidayakan di negara-negara Asia seperti Taiwan, Vietnam, Filipina, Indonesia dan Malaysia. Buah ini juga dapat ditemui di Okinawa, Israel, Australia utara dan Tiongkok selatan. Hylocereus hanya mekar pada malam hari. Daging buahnya ada yang putih, merah dan keunguan.

 

Bahan jus buah naga :
1 buah, buah naga
1 sendok makan gula pasir, larutkan dalam air hangat
2 sendok susu putih kental manis
es batu, pecahnya menjadi kecil
air dingin secukupnya

sepotong jeruk nipis

Cara membuat jus buah naga :
1. Belah buah naga menjadi 2 bagian, lalu bersihkan biji-bijinya
2. Masukkan semua bahan ke dalam blender.
3. Haluskan dalam blender hingga benar-benar halus dan tercampur rata.
4. Tuangkan ke dalam gelas saji, tambahkan sedikit perasan jeruk nipis.

Sangkakala

Dalam kegelapan

Hitam tampak legam

Menanti terompet terbesar

Bunyinya meroket sampai telinga hancur

Tubuh rubuh

Bumi dan gunung saling membentur

Pekik-pekik

Jerit-jerit

Aaaahhh…sudah! Sudah!

Aku tak sanggup

 

13 Juni 2006

Apa

Apa

Gerangan maksudnya?

Dia termenung

Menangisi jaman

 

Apa

Gerangan tujuannya?

Ia merasuk seluruh bangsa

Dan menangis dan tertawa

 

Apa

Gerangan tentang kemanusiaan?

Yang dulu dia agungkan

Ajarkan pada ujang dan nyai

 

Apa

Gerangan jawabannya?

Ia bertanya bertubi-tubi

Tentang kematian

dan kehidupan yang telah lama mati

 

Ciumbuleuit, 1 Agustus 2006

Kidung baris depan

Aku tak tahu harus menulis apa

Tak membaca apa

Tak mengenal siapa

Apalagi yang kuharapkan

Selain cinta DIA

 

Perhatian yang terlalu

Telah membunuh diriku

Dan membenamkan jiwaku

Di ruang gelap tanpa jendela

 

Hanya DIA yang berhasil

Menembuskan angin

Menembuskan kekuatan

Ke celah porinya yang tak kasat mata

 

Namun waktu tak selalu menjadi penyembuh

 

 

Oktober 2009

Selenting Jiwa

Para pengurai

Di manakah

Setitik embun dapat kutemukan

Agar beku mayat dalam tubuhku

 

Para penyublim

Di manakah

Sehembus gas panas

Untuk menyengat mayat dalam jiwaku

 

Parapencair

Di manakah

Dirimu saat mayat ini menggerayangi umurku?

Saat menyembelih seluruh derajat kemanusiaanku?

Jiwaku lebam

Fisik infeksi tanpa adiksi

Terhadap kimia

 

Darahku sudah reda dari derasnya

Memadat

Dan kulitku kini perlahan

Terlepas dari harga diri

Entah di mana lagi kini posisi jantungku

 

14 Juni 2006

Energi

Telanjangi

Kepalaku

Preteli

Gigiku

 

Merangkaklah

Sejak kilometer pertama

Terjengkang

Di kilometer berikutnya

 

Tapi belum mati

Hanya berani menciut sepersekian milimeter

Sepersekian sekon

 

Berupa titik

Berupa garis

Syukurlah dapat berupa

Sepersekian kalinya

Aku terlantar

Di tengah kecepatan

 

Tak perlugaya

Semua itu relatif

Yang paling penting

Cepat sampai

 

Bandung, 11 November 2006